Google+ Followers

Selasa, 17 Februari 2015

TERTOLONG KARENA SEDEKAH


Kalau bicara sedekah, salah satu hal yang saya ingat adalah Ustad Yusuf Mansur. Beliau memang dikenal sebagai Ustad sedekah, karena dalam tausiyahnya selalu menyampaikan perihal sedekah. Pun buku-buku beliau kebanyakan mengulas tentang sedekah. Di dalam buku beliau diceritakan banyak orang sukses karena sedekah. Banyak orang yang terhindar dari musibah karena sedekah. Dan masih banyak lagi manfaat sedekah bagi para pelakunya.

Gegara membaca buku Ustad YM, saya jadi bersemangat untuk sedekah meski hanya semampu saya. Meski juga dengan hal yang remeh-temeh. Karena dikatakan, kebaikan sebesar biji sawi pun akan dihitung. Dan memang janji Allah itu pasti, terutama untuk urusan sedekah ini. Reward-nya bisa kita rasakan langsung, bisa pula di kemudian waktu. Seperti yang pernah saya alami beberapa waktu lalu.

Ceritanya, malam itu saya pulang dari rumah teman saya. Sudah pukul 9 malam. Awalnya, motor saya baik-baik saja. Tapi, ketika sampai di sebuah perempatan, tetiba motor saya berhenti. Mesinnya mati. Tepat ketika lampu merah menyala. Di belakang dan samping saya banyak mobil dan motor. Diserang panik, saya buru-buru menuntun motor saya menuju pinggir jalan tepat di pojok perempatan. Duh, kenapa ini motor, keluh saya dalam hati. Mana saya tidak paham mesin pula. Dengan gugup dan sisa tenaga yang ada –karena panik tadi- saya mencoba menghidupkan motor saya dengan double starter di stang. Tetap saja tidak menyala.

Tiba-tiba, dari arah dekat lampu merah, ada seorang lelaki yang mendekati saya. Kebetulan di dekat lampu merah ada warung angkringan. Mungkin dia salah satu pengunjung angkringan itu. Ketika sudah di dekat saya, dia tanya, “Kenapa, Mbak?” “Ga tahu, Mas. Tiba-tiba mati,” jawab saya masih dalam keadaan gugup.

Kemudian dia meminta saya minggir supaya dia bisa menyalakan motor saya. Dengan beberapa kali hentakan di starter belakang, motor saya bisa nyala kembali. “Mungkin aki-nya, Mbak,” mas-mas itu bilang ke saya. “Oh, ya. Makasih banyak ya, Mas” ucap saya sambil segera naik motor dan melanjutkan perjalanan pulang.

Sepanjang jalan tak henti-henti saya bersyukur sekaligus merutuki kebodohan saya. Kenapa tidak memberi uang jasa atau apalah sekedarnya tadi ya. Kok ya buru-buru pulang saja.

Esoknya, begitu saya ketemu lagi dengan teman saya, saya cerita kejadian yang saya alami malam sebelumnya. Teman saya bilang, “Itu mungkin berkah kemarin kamu beliin jajan anak-anak”. Saya bengong. Masa iya? Padahal yang saya kasih nilainya tak seberapa.

Lain waktu, saya mengajak anak teman saya itu beli jajan di sebuah waralaba dekat rumahnya Seperti biasa, kalau tidak bawa tas, dompet saya selipkan di kolong depan motor matic saya. Begitu sampai rumah teman saya, dompet saya raib. Tidak ada di kolong motor. Padahal ada hp dan surat-surat lain di situ.

Begitu saya bilang ke teman saya kalau dompet dan hp saya jatuh, dia langsung menghubungi nomer hp saya. Siapa tahu ditemukan orang baik, begitu katanya. Bunyi deringnya nyambung. Berarti masih aktif. Tak berapa lama ada suara yang menjawab. Begitu dijelaskan oleh teman saya, si penerima telpon bilang kalau tadi nemu dompet. Alhamdulillahirobbil ‘alamiin... Dijelaskan juga oleh si penemu tadi alamat rumahnya. Ternyata tidak jauh dari rumah teman saya. Dan tadi memang saya lewat situ.

Langsung saya meluncur ke rumah si penemu tadi. Sambil mengucapkan terima kasih saya angsurkan sedikit uang sebagai tanda terima kasih. Saya tidak mau mengulang kebodohan yang sama seperti waktu itu. Tapi orang itu menolak. Aah.., lagi-lagi saya hanya bisa berucap banyak syukur.

Kembali ke rumah teman saya tadi, kami kemudian bercerita heboh soal kejadian yang barusan saya alami. Lagi-lagi, teman saya bilang ini berkah saya ngasih jajan ke anak-anak. Dan, lagi-lagi saya berfikir, apa iya? Tetiba saya sadar, mungkin ini janji Allah tentang kebaikan sedekah itu. Sedikit atau banyak itu bukan nomer satu. Yang utama adalah ikhlas. Dan berkelanjutan. Dan ini membuat saya semakin tidak ragu untuk bersedekah, lagi dan lagi.

Ini sekelumit cerita saya tentang sedekah. Bukan sedekah yang luar biasa yang saya lakukan. Hanya nilai yang sangaaaaaaaatt kecil, tapi Alhamdulillah efeknya cukup besar untuk saya.

Mau hidup lebih berkah? Hayuk sedekah :D

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tulisan ini diikut sertakan dalam FadevMother’s First Give Away

FadevMother’s First Give Away




22 komentar:

  1. betul mba, yg penting adalah ikhlas. Bersedekah dgn ikhlas, InsyaAllah akan mendatangkan keberkahan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, Mbak. Ikhlas membuat semuanya jadi indah dan berkah :). Makasih udah berkunjung ya Mbak :D

      Hapus
  2. Yess.. saya udah merasakan sendiri usai dengerin tausiyah beliau. Saya ikuti anjurannya, dan kami pun bisa menginjakkan kaki ke tanh suci.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Subhanallaah.. Smga sy bs mengikuti jejak Mak Hidayah pergi ke tanah suci ya, Mak. Aamiin

      Hapus
    2. Aamiin...moga segera terwujud :)

      Hapus
  3. setuju mbak :)
    rahasianya pada ikhlas...

    saya juga pernah ngalamain hal sama tapi beda situasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Smga jd pemicu semangat kita untuk lbh giat sedekah ya Mas

      Hapus
  4. Hayuk hayuk....sedekah yuk :)

    BalasHapus
  5. jadi makin semangat bersedekah, meski belum pernah merasakan langsung manfaatnya, yang penting saya iklas sedekah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nikmat sehat & kemudahan dlm hidup jg termasuk berkah sedekah ljo Mak. Itu kata Ustad hehehe

      Hapus
  6. benerrr mbaa,,, balasan dari sedekah itu serba tidak terduga dan pasti berkelipatan... semoga kita senantiasa dimudahkan dan dimampukan untuk terus bersedekah yaa... ^_^

    BalasHapus
  7. Terima kasih sudah berbagi inspirasi ya mak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 ya Mak. Sukses untuk GA-nya :)

      Hapus
  8. cieee dideketin mas2 deg2an hahahaha..teko omahe putri yo???? >_<
    kadang kita nggak nyangka,dengan sedekah sedikit aja kembalinya berlipat2,Allahu Akbar...
    rame ye blognya,alhamdulillah..gudlak,mwah2...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha! Itulah bodohnya diriku Em. Kudune kan diajak kenalan ya, sapa tau ... Etapi ini malah langsung ngacir aje :D.
      Alhamdulillah, berkat bimbingan CikGu xixixixixi

      Hapus
    2. Subhanallah... pertolongan dan balasan Allah itu dekat ya... Mungkin Mbak juga suka memudahkan orang lain, jd Allah jg memudahkan. Btw saya mau mem-follow blog ini, tp kok nggak ada tempatnya,ya?

      Hapus
    3. Hehehe, ga juga Mbak. Saya yg malah sering ditolongin orang ^_^.
      Maklum, ini blog newbie Mbak, lebih muda dr umur jagung. Belum bs otak atik maksimal. Boleh mohon bantuan CikGu ^_^ *serius ini Mbak

      Hapus
  9. aku termasuk yg percaya ama kekuatan sedekah mba. Karena udh berkali2 ngerasain manfaatnya yg luar biasa besar :).. Insya Allah mau coba trus utk sedekah, biar selalu terlindungi sekeluarga..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mbak. Bahkan balasannya jauh lebih hebat dari sedekah yg kita keluarkan. Yuk semangat sedekah :) *self reminder

      Hapus