Google+ Followers

Kamis, 30 April 2015

#BeraniLebih Sabar Menghadapi Slow Learner


Memiliki murid les yang seorang slow learner membuat saya belajar #beranilebih sabar menghadapi anak-anak. Memang tidak mudah. Tapi ‘tamparan’ dari sahabat saya membuka pandangan saya.

Adalah Kiki, salah satu murid les saya. Seorang remaja perempuan tanggung kelas 7 di sebuah sekolah Islam negeri di kota saya. Parasnya cantik dengan postur tubuh proporsional untuk anak seusia dia.

Kiki sedikit berbeda dari anak sebayanya. Saya menyadari itu setelah beberapa kali pertemuan mendampinginya belajar privat.  Dia termasuk lambat dalam memahami pelajaran. Dan itu membuat saya frustasi pada awal-awal pertemuan.

Betapa tidak. Beberapa kali diterangkan satu materi, tapi setiap kali ditanya dia selalu menjawab tidak tahu. Dan itu berulang kali terjadi.

Bukan hanya lambat dalam memahami pelajaran. Kiki juga dapat dibilang memiliki respon lambat dalam berkomunikasi. Kadang bicaranya kurang jelas, suka belibet (apa ya kata tepatnya?). Membaca teks pun kadang suka missed. Dia juga pemalu dan gampang down.

Sifat kekanak-kanakan di usia remajanya makin  melengkapi rasa senewen saya. Istilahnya, Kiki adalah jiwa kecil yang terjebak dalam tubuh bongsor. Duh, Gustii, macam ingin berhenti saja saya.

Memang setiap anak itu istimewa. Dalam bukunya bahkan Ayah Edy menulis: tidak ada anak bodoh. Dan itu selalu saya sugestikan di diri saya –terutama saat menghadapi Kiki. Tapi di mana-mana cerita selalu senada. Teori indah sering tidak berbanding lurus dengan praktek di lapangan. Jadilah, bila jadwalnya Kiki belajar, serasa enggan kaki saya melangkah *tsaahhh.

Keadaan Kiki yang begitu menguras hati *lebay* membuat saya curhat ke salah satu sahabat saya. Lalu, apa jawaban sahabat saya?

Justru anak seperti Kiki yang harus kamu bantu. Bukan cuma anak-anak yang dari sononya sudah diberi otak encer. Begitu kira-kira kata sahabat saya.

Deg! Telak sekali kata-kata sahabat saya itu.

Sedikit saya flashback. Selama ini murid-murid saya lumayan bisa menyerap pelajaran. Saya tidak perlu usaha yang ekstra untuk membuat mereka memahami materi yang diajarkan. Baru kali ini, saya menghadapi anak seperti Kiki.  

Demi mendengar nasihat dari sahabat saya tadi, kemudian saya berfikir. Iya, ya. Mungkin ini kesempatan buat saya untuk belajar menghadapi ‘anak istimewa’ semacam Kiki. Ada tantangan yang harus saya taklukkan: emosi saya.

Setelah puas curhat dan ngobrol bareng sahabat saya, saya putuskan bahwa saya harus #beranilebih sabar menghadapi berbagai macam karakter anak –terutama yang seperti Kiki. Dan Kiki adalah cara Allah untuk membuat saya belajar #beranilebih sabar secara langsung.

Saya kemudian juga diskusi dengan teman lain yang lebih paham tentang strategi pembelajaran yang bisa saya terapkan dalam menghadapi Kiki. Gegara Kiki pula, saya browsing artikel tentang macam-macam karakter anak pembelajar. Hingga saya menemukan artikel tentang tipe pembelajar slow learner.

Slow learner adalah anak dengan tingkat penguasaan materi yang rendah tetapi tidak termasuk anak tunagrahita. Mereka membutuhkan waktu belajar lebih lama dibanding dengan sebayanya. Sehingga mereka memerlukan layanan pendidikan khusus. Hampir kebanyakan ciri Kiki mengarah ke tipe ini.

Solusinya? Syarat utamanya, saya sebagai guru privatnya harus #beranilebih sabar karena anak seperti ini memerlukan 3-5 kali lebih banyak pengulangan untuk membuatnya benar-benar memahami materi. 

Semoga saya terus #beranilebih sabar menghadapi anak-anak istimewa. Karena ternyata sabar membuat saya lebih bahagia. 

**************************
https://www.facebook.com/lightofwomen?fref=ts

  
FB               : Vhoy Syazwana
Twitter         : @VhoyZwan
Jumlah kata: 499 (termasuk judul)



post signature

Senin, 20 April 2015

Surat Cinta untuk (Calon) Ibu Mertua


Teruntuk (Calon) Ibu Mertua di manapun Ibu berada

Assalamu’alaikum, Ibu.

Apa kabar?

Saya berdoa, semoga Allah senantiasa melimpahkan keberkahan dan kesehatan untuk Ibu, aamiin.

Ibu, sebelum saya melanjutkan tulisan di surat ini, ijinkan saya menggunakan bahasa ‘aku’ agar lebih mudah dan akrab ‘ngobrol’ dengan Ibu melalui surat ini.

Ibu, sejujurnya aku bingung, saat membaca pengumuman di timeline FB Kumpulan Emak Blogger (KEB), kalau untuk memperingati Hari Kartini tahun ini, kami, para anggota KEB, diminta menulis tentang Ibu mertua.

Bagaimana aku tidak bingung, Ibu. Apa yang harus aku ceritakan tentang Ibu, sementara aku saja belum menikah dan belum ketemu Ibu. Atau, jangan-jangan kita sudah pernah ketemu tapi belum/tidak tahu bila suatu saat nanti Allah akan mempertemukan kita lagi dalam ikatan mertua-menantu? Entahlah, Ibu.

Oh, iya. Mungkin Ibu juga bingung ya tentang KEB. KEB ini, Ibu, adalah wadah di mana aku bisa belajar banyak hal, termasuk keberanian menulis surat untuk Ibu ini. Meski nama kumpulannya adalah Emak, Alhamdulillah, aku dan beberapa sahabat lain yang juga belum menikah tetap diijinkan bergabung bersama sahabat-sahabat hebat lainnya, Ibu.

Ibu yang dirahmati Allah,
Banyak sekali aku mendengar cerita tentang Ibu mertua dari sahabat-sahabatku. Sebagian dari mereka mendapat mertua yang super duper baik hati. Perhatian, bahkan memanjakan menantu perempuannya. Mendengar itu, Ibu, aku ikut bersyukur sekaligus berdoa, semoga akupun merasakan hal yang sama.

Tapi, ada pula, Ibu, temanku yang  bercerita tentang ketidakcocokannya dengan sang Ibu mertua. Bahkan ada yang saling berselisih paham. Entah apa penyebabnya. Dan, di situ, Ibu, kadang aku merasa sedih :(.

Ibu, demi mendengar banyak cerita sahabatku, aku belajar banyak hal tentang menantu dan mertua. Tentang hubungan keduanya, tentang keseharian keduanya, dll dsb.

Dan, Ibu, sebagaimana perempuan lainnya, aku juga mendambakan sosok Ibu mertua impian.

Bila suatu saat nanti aku menjadi menantu Ibu, aku berharap bisa dekat dengan Ibu. Tidak berjarak, sehingga kita bisa bertukar cerita apa saja. Supaya aku bisa belajar banyak hal tentang rumah tangga dari Ibu. Pun aku bisa belajar memasak makanan kesukaan anak lelaki Ibu. Juga belajar dari Ibu untuk lebih mengenal dan memahami si lelaki yang akan menjadi suamiku.

Atau mungkin Ibu, sesekali kita bisa menghabiskan waktu bersama untuk sekedar belanja atau jalan-jalan bersama.

Ibu, aku pun berdoa semoga Ibu menyayangiku layaknya anak kandungmu. Betapa aku sering mendengar ada menantu yang disayang sedemikian rupa oleh Ibu mertuanya. Aku berfikir, betapa bahagianya disayang oleh dua orang ibu; ibu kandung dan ibu mertua. Maka, nikmat mana lagi yang akan didustakan sang menantu, Ibu?

Jangan khawatir Ibu. Aku tak meminta Ibu memanjakan aku. Cukuplah itu menjadi tugas anak lelakimu untuk memanjakan aku dan juga Ibu.

Namun Ibu, aku mah apa atuh. Begitu mengharap sosok Ibu yang istimewa tapi tak bercermin aku siapa :(.

Jadi Ibu, senyampang kita belum ketemu, baiknya aku belajar dulu. Memperbaiki diri agar pantas menjadi menantumu. Paling tidak, nanti Ibu tidak merasa malu memiliki menantu seperti aku. Syukur-syukur aku bisa mengikuti jejak sahabat-sahabatku, yang begitu hebat merebut perhatian dan kasih sayang ibu mertuanya.

Aku yakin, anak lelaki Ibu yang sholeh itu juga sedang mempersiapkan diri untuk menjemputku :D .  

Sekian surat dariku, Ibu. Semoga Allah segera mempertemukan kita dalam ikatan keluarga, aamiin.

Salam takzim,

(Calon) menantumu

******************************

Tulisan ini diiuktsertakan dalam #‎K3BKartinian‬ Postingan Serentak Hari Kartini

 
post signature

Rabu, 15 April 2015

Si Pintar Honda Andalan Keluarga


Honda dari Masa ke Masa
Bagi keluarga saya, yang namanya sepeda motor itu haruslah keluaran Honda. Bisa dibilang, keluarga saya fanatik Honda. Saya ingat, pertama kali Bapak saya punya motor, saat saya masih sangat kecil. Motornya adalah Honda CB. Tak berapa lama, Bapak berganti motor. Masih keluaran Honda: Astrea Prima.

Bertahun kemudian, motor itu dipindah tangankan ke salah satu saudara karena sahabat baik Bapak saya menghibahkan sepeda motornya ke Bapak. Lagi-lagi masih dari pabrikan yang sama. Hanya beda jenis dan model: Honda Win 100. Kendaraan yang satu inilah yang paling lama bertahan di rumah. Bahkan hingga saat ini. Bukan hanya karena pemberian orang, tapi dia bisa diandalkan di segala cuaca.

Pernah juga Bapak membeli Honda Supra Fit berwarna merah. Tapi itu tidak lama.

Berbilang tahun, saat saya punya motor sendiri, Honda tetap menjadi pilihan. Berhubung badan saya kecil, saya pilih Honda Beat berwarna merah. Si merah inilah yang mengantar saya kemanapun pergi: kerja, main, dll, dsb. Karena gampangnya mengendarai motor matik, Bapak saya pun ikut beli motor matik tapi body-nya lebih besar: Vario.

Si Merah siap berangkat - abaikan barangnya :D (dok. pribadi)

Tentu bukan tanpa alasan kalau kami sekeluarga pecinta berat motor Honda. Buat saya, keiritan bahan bakar menjadi faktor utama. Maklum, sehari-hari saya mobile kesana kemari. Kalau motornya boros, alamat kantong kering hanya gegara habis buat beli bahan bakar. Apalagi harga BBM terus merangkak naik di kurun waktu terakhir ini.

Bagi Bapak saya, salah satu alasannya adalah harga purna jual Honda bagus. Tidak anjlok seperti motor merk lain. Jadi tidak heran, bila setiap ganti motor selalu dari Honda.

Honda di Era Kekinian
Bicara kelebihan Honda, tentu bukan hanya yang sudah saya sebutkan di atas. Sebagai pionir di kendaraan roda dua, Honda selalu berinovasi untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggannya. Tak terkecuali dalam hal teknologi.

Dari tahun ke tahun, teknologi yang dibenamkan dalam motor keluaran Honda selalu terbarukan. Salah satunya side stand switch  pada motor matic. Sejak pertama kali meluncurkan motor matic, Honda telah menerapkannya.

Side stand switch merupakan sistem di mana mesin otomatis akan mati begitu standard samping diturunkan. Banyak kecelakaan terjadi karena si pengendara lupa menaikkan standard samping saat menyalakan mesin motor. Dengan menggunakan fitur ini, resiko kecelakaan yang diakibatkan oleh kelupaan menaikkan standard samping dapat diminimalisir.

Sementara di tahun 2015 ini, Honda kembali meluncurkan produk andalan mereka dengan teknologi yang lebih canggih. Salah satunya adalah Honda Beat eSP. Ini adalah motor keluaran terbaru yang menggunakan eSP hondasmarttech.
Honda Beat eSP (sumber gambar: di sini)

eSP merupakan teknologi pintar paling gres pada motor matik di mana Honda tetap menjadi pionirnya.  Kepanjangan dari eSP adalah ‘enhanced Smart Power’, yakni teknologi yang diciptakan untuk meningkatkan daya tahan motor, menjadikan lebih halus, serta lebih bertenaga. 
Sumber dari sini

Banyak efisiensi yang dihasilkan dengan menggunakan teknologi eSP ini. Salah satunya adalah efisiensi pembakaran. Komponen tumble dan world top class injector  yang disematkan pada teknologi eSP membuat bahan bakar menjadi lebih hemat dan lebih ramah lingkungan. Sementara komponen squish membuat pengapian jadi lebih baik dan pembakaran menjadi lebih baik dan lebih cepat.

Berikutnya adalah efisiensi gesekan. Teknologi eSP dengan komponen seperti ACG Starter, offset cylinder, roller type rocker arm, dan spinny sleeve mengurangi gesekan pada mesin motor sehingga suara mesin lebih halus. Dengan minimnya gesekan yang dihasilkan, otomatis bahan bakar dapat dihemat.

Teknologi eSP (Sumber gambar dari sini)

Selain itu, teknologi eSP juga menghasilkan efisiensi berat. Sekedar informasi, Piston Honda Beat eSP hanya 56,7 gram; lebih ringan dari telur ayam yang beratnya 60 gram.

Terakhir, teknologi eSP menghasilkan efisiensi pendinginan. Komponen turbo fan cooling yang mendukung tekologi eSP mengoptimalkan pendinginan mesin melalui reengineering sudut kipas. Sedang breather structure sebagai jalur pernafasan berfungsi untuk mempercepat proses pendinginan pada silinder.

Selain teknologi eSP, ada beberapa teknologi pendukung yang semakin menyempurnakan penampilan motor produk Honda. Yang pertama adalah idling stop system (ISS). Ini adalah sistem untuk mematikan mesin secara otomatis apabila kendaraan dalam keadaan berhenti. Apabila motor berhenti selama tiga detik, otomatis mesin akan mati. Untuk menjalankan lagi, tidak perlu di-starter ulang. Cukup memutar handle gas, maka motor akan menyala kembali.

Teknologi ISS (Sumber gambar dari sini)

Sebagai perusahaan yang peduli terhadap lingkungan, Honda merasa wajib menyematkan sistem ini pada produk mereka. Dengan mematikan mesin sejenak –seperti saat berhenti di lampu merah-, dapat mengurangi emisi dan serta menghemat bahan bakar.

Bukan hanya itu. Sistem pengereman canggih combi brake system (CBS) juga disematkan supaya pengendara dapat melakukan pengereman yang optimal baik pada rem depan maupun belakang. Caranya gampang sekali. Cukup dengan menekan tuas rem tangan sebelah kiri, maka rem depan dan rem belakang bekerja secara bersamaan.

Combi Brake System (Sumber gambar dari sini)

Tak ketinggalan, answer back system yang membantu pengendara mendeteksi lokasi motornya secara otomatis dalam waktu singkat. Sistem ini bekerja dengan menggunakan sinyal radio melalui remote. Ketika remote ditekan, motor akan mengeluarkan suara buzzer dan lampu sen akan berkedip.

Answer Back System (Sumber gambar dari sini)

Yang tidak kalah penting adalah teknologi PGM-FI. Ini adalah sistem yang menjamin ketepatan pencampuran bahan bakar dan udara yang menjadikan performa motor semakin baik sekaligus irit bahan bakar dan ramah lingkungan. 

PGM-FI (Sumber gambar dari sini)

Yang terakhir adalah LED headlight; lampu LED yang memiliki usia lebih panjang dan hemat energi. Dengan cahaya yang lebih terang, kita lebih nyaman berkendara terutama di malam hari.

LED headlight (Sumber gambar dari sini)

Lengkap sekali bukan teknologi yang tersemat dalam motor Honda terbaru? Tak salah bila Honda selalu jadi pilihan dan andalan keluarga Indonesia, termasuk keluarga saya. Bagaimana dengan keluarga Anda? 

Tulisan ini diikutsertakan dalam "Lomba Blog Teknologi Pintar Honda" 

http://microsite.detik.com/minisite/hondasmarttechnology

post signature