Google+ Followers

Rabu, 09 Agustus 2017

Ziarah ke Makam Bung Karno



Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan pergi ke Blitar untuk suatu acara bersama rombongan keluarga. Mumpung sudah sampai Blitar, maka kami putuskan untuk mampir ziarah ke makam Bung Karno.

Makam Bapak Proklamator RI tersebut berada di pusat kota Blitar, tepatnya di Jalan Kalasan No. 1, Blitar.

Makam Bung Karno


Kami tiba di taman parkir Makam Bung Karno sekitar pukul setengah tiga sore. Parkir ini disediakan untuk kendaraan roda 4. Sementara, kendaraan roda 2 bisa parkir di dekat lokasi makam. Dilihat dari kendaraan yang parkir, sepertinya jumlah peziarah sore ini lumayan banyak. Maklum, ini akhir pekan. Setelah membayar tiket dua ribu rupiah per orang, kami bergegas menuju makam. Oh iya, bayar tiketnya di area parkir ya.

Lokasi makam Bung Karno dari taman parkir ini sekitar 1 km. Nah, dari parkiran ke makam bisa ditempuh dengan jalan kaki atau naik becak. Di depan taman parkir, berderet puluhan becak yang siap mengantar peziarah menuju makam. Tarifnya sepuluh ribu rupiah sekali jalan.

Tapi rombongan kami memutuskan untuk jalan kaki saja. Toh udara sore itu cukup bersahabat dan banyak rombongan lain yang jalan kaki. Jadi, jarak 1 km pun tidak terasa.

Tiba di kompleks makam, kesan pertama yang tertangkap adalah bersih dan rapi. Kami disambut oleh pilar-pilar besar. Di setiap pilar, dijumpai tulisan yang merupakan buah pemikiran Bung Karno. 


Pilar Makam Bung karno


Salah satu pilar yang ditempeli tulisan pemikiran Bung Karno

Kemudian ada patung Bung Karno yang tengah duduk sambil memegang buku. Banyaknya pengunjung sore itu yang berpose di depan patung ini, membuat saya agak kesulitan mengambil gambar. Walhasil saya cuma dapat mengambil foto Om saya ini :D.
 
Pose di depan patung Bung Karno

Oh iya, di sebelah kanan dan kiri patung, ada bangunan perpustakaan. Di dinding luar perpustakaan kita akan melihat semacam baliho besar bertuliskan Riwayat Sukarno menempel di dinding. Baliho ini berisi poin-poin penting kehidupan Presiden pertama RI tersebut; mulai dari lahir, masa kanak-kanak, pendidikan, masa-masa pengasingan, saat menjadi presiden, hingga wafatnya beliau.
 
Riwayat Sukarno

Di baliho itu pula, terdapat daftar gelar Doctor Honoris Causa yang diberikan kepada Bung Karno. Setidaknya Bung Karno pernah menerima 26 gelar kehormatan tersebut baik dari kampus dalam maupun luar negeri.
 
Gelar Kehormatan yang diterima Bung Karno

Sebelum naik ke area makam, ada kolam dan air mancur di tengah-tengah. Di sisi kiri, beberapa penjual sovenir berjejer hingga dekat tangga menuju makam. Sedang di sebelah kanan, ada relief Bung Karno.



 
Penjaja sovenir

 
Dinding dengan relief Bung Karno

Setelah menaiki tangga, ada sekretariat tempat tamu melaporkan diri dan rombongan di sebelah kanan.

Setelah itu kita akan melihat gapura besar, akses utama dan satu-satunya menuju makam Bung Karno. Gapura ini bentuknya seperti gapura jaman kerajaan. Begitu melewati gapura, kita akan melihat bangunan segiempat mirip pendopo khas Jawa. Disitulah Bung Karno dimakamkan. Orang Jawa biasa menyebutnya cungkup.
 
Gapura menuju makam

Dilihat dari fisiknya, cungkup Bung Karno ini terbuat dari kayu jati. Baik empat pilar yang ada di setiap sudutnya maupun langit-langit cungkup dipenuhi dengan ukiran indah.
 
Cungkup makam Bung Karno
 
Langit-langit cungkup penuh dengan ukiran

Makam Bung karno terletak di bagian utara cungkup, diapit oleh dua makam lainnya. Saya tidak ingat persis makam siapa. Di bagian nisan Bung karno, terdapat batu marmer hitam. Ada dua bendera di sisi kanan dan kiri batu; bendera merah putih dan bendera kuning.
 
Pusara Bung Karno



Di sebelah kiri pelataran cungkup, ada mushola dan toilet. Jadi, peziarah bisa berwudlu sebelum berdoa di makam Bung Karno ataupun mendirikan sholat di dalam kompleks makam. 

Mushola di kompleks makam Bung Karno


Sementara itu, di belakang makam Bung Karno, terdapat taman yang cukup asri. Kita akan melewatinya saat keluar area makam.

Untuk keluar dari area makam, kita akan melewati lorong panjang. Di kanan kiri lorong terdapat penjual aksesoris dan cindera mata khas Blitar. Jadilah pasar dalam lorong. Kalau Anda pernah mengunjungi Candi Borobudur, seperti itulah gambarannya. Entah berapa ratus meter panjang pasar eh lorong itu. Rasanya  nggak habis-habis.

Untuk wisatawan yang mau menginap, jangan khawatir. Ada banyak penginapan dan hotel di sepanjang jalan menuju makam Bung Karno. Tinggal pilih sesuai budget.

Selain di sepanjang lorong tadi, peziarah juga bisa beli oleh-oleh di taman parkir. Di sana banyak kedai oleh-oleh khas Blitar.

Selain aksesoris, kita bisa beli apa lagi?

Beli buah!

Blitar dikenal sebagai kota penghasil buah. Dan musim kemarau adalah musimnya nanas. Kemarin sepupu saya beli nanas madu 30 biji hanya 25 ribu rupiah. Murah bukan?

Oh iya, di sebelah taman parkir ada masjid yang cukup bersih dengan toilet yang memadai. Jadi peziarah yang ingin sholat atau numpang mandi tak perlu jauh-jauh.

Ada yang mau ziarah ke Makam Bung Karno?


10 komentar:

  1. Hai vhoy....nongol lagi dirimu..
    Aku blm pernah ke Blitar. Sering takut juga klo ziarah ke makam.. Hi..hi, serasa ada magis2nya gitu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo Mbak Sulis hehehe
      Kalo makam Bung Karno insyaAllah ga ada kesan serem Mbak. Asri, bersih. Ga medeni hihihi

      Hapus
  2. Dulu sering ke Blitar,cuma lihat dari depan aja nggak sampai masuk area makam. Rapi dan bersih ya kak tempatnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kapan2 kalo ke Blitar kudu ziarah yak hehehe

      Hapus
  3. Mba Vhoy, lama banget baru muncul Mbaa :)

    Kapan yaa saya bisa menginjakkan kaki ke Blitar? khususnya di makam Bapak Proklamator ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, iya Mbak Ira :D
      Mudah-mudahan suatu saat bisa ziarah ke makam Bung Karno ya Mak :)

      Hapus
  4. Aku kalo jalan-jalan terus lihat souvenir kayak di foto pasti nggak tahan godaan.

    hihi maaf salah fokus

    BalasHapus
  5. Aku lama banget gak mampir baca di sini, Vhoy. Itu nanas madunya murah bangeet. Aku ke Blitar malah mampirnya ke candi penataran. Gak ziarah ke makam, pas lebaran sih rame jadinya

    BalasHapus