Di
blogpost sebelumnya, saya cerita tentang keberhasilan saya dan teman-teman saya
semasa Aliyah mengadakan reuni. Alhamdulillah lancar dan sukses. Tentu semua
tak akan terlaksana tanpa kerja keras para panitia dan tuan rumah kece di Kota
Jogja.
-------
Baca cerita sebelumnya: Reuni Syazwana 2016
-------
Dan
ya, seperti yang saya bilang juga di tulisan sebelumnya, perjuangan kami untuk
mewujudkan reuni ini bisa dibilang luar biasa. Terutama perjuangan kami untuk
hadir di acara yang telah ditunggu bertahun-tahun lamanya itu.
Seminggu
sebelum hari H, ada yang mengabarkan anaknya sakit. Minta doa supaya bisa
datang ke reuni. Kemudian disusul kabar-kabar lainnya. Nadanya sama: sedang
sakit. Entah teman saya sendiri, entah anaknya, atau anggota keluarga lainnya.
Saya
pun tak urung ikut urun kabar. Lima hari menjelang keberangkatan, badan saya
drop. Sebelumnya sudah ada tanda-tanda flu dan batuk. Saya berusaha untuk
menyehatkan diri. Tapi hari Minggu itu, saya mulai meriang. Demam. Ibu saya
sudah mengeluarkan ultimatum: kalau sampai tidak sembuh, saya nggak bakal dapat
ijin berangkat.
Duh,
gaswat ini :(.
Makanya,
dari Senin sampai Kamis saya paksakan diri tetap kerja supaya saya terlihat
sudah sehat. Padahal badan rasanya sudah remuk redam.
Puncaknya,
dua malam menjelang berangkat, saya berusaha keras ngempet supaya tidak
batuk kala tidur. Saya benar-benar tak berani mengeluarkan suara. Sampai-sampai
dada saya sesak menahan desakan dahak yang mau keluar. Dan itu sungguh-sungguh
menyiksa! Tapi, bayangan ultimatum ibu
saya jauh lebih menyiksa daripada batuk itu.
Alhamdulillah,
setelah dua malam tersiksa dengan batuk yang menggelitik, Jumat pagi saya bisa packing
dan berangkat ke Jogja pukul 09.30 pagi. Berdua Retno, kami naik motor. Tentu
saya nggak boleh nyetir sama Retno, hehehe. Kami sampai Jogja pukul 13.30
dengan selamat.
Lain
saya, lain pula cerita Ani. Sahabat saya yang tinggal di Kediri ini ketinggalan
kereta. Bersama anak-anaknya, dia sampai stasiun tepat ketika kereta mulai
jalan. Akhirnya, Ani dan anak-anak beralih naik travel dan baru tiba di Jogja
tengah malam. Sementara teman-teman dari Jatim sudah tiba di hotel. Sebelumnya,
teman-teman dari Jatim bagian timur memang sudah janjian naik kereta
bareng-bareng. Mereka booking tiket bersamaan supaya dapat gerbong yang
sama.
Ada
lagi Iphi, si dokter cantik dari Jakarta. Pesawat yang seharusnya berangkat jam
6 sore delay dan baru terbang jam 7 malam. Ketika tiba di langit Jogja
harus muter-muter dulu sekian lama karena ada latihan TNI AU. Walhasil pesawat
baru mendarat pukul 10.30 malam dan tiba di hotel pukul 11. Phiiuuhhh!
Cerita
Desty dan Mia yang juga berangkat dari Jakarta tak kalah bikin meringis. Mereka ketinggalan
pesawat. Akhirnya beli tiket baru. Sayangnya yang paling awal hanya tujuan
Jakarta-Surabaya. Terpaksa diambil. Dari Surabaya ke Jogja naik travel selama 8
jam :(. Benar-benar keliling Jawa.
Tapi
yang paling sedih di antara semua adalah Tiko, Lilik, dan Irma Elly. Ketiga sahabat
saya ini terpaksa tidak bisa hadir. Padahal jauh hari sudah memastikan bisa
ikut.
Tiko
mengabari anaknya sakit berbarengan dengan saya. Puncaknya, H-1 keberangkatan,
dia kembali mengabari terpaksa tidak bisa ikut reuni karena anaknya positif kena
DB dan harus diopname :(.
Begitupun
dengan Lilik. H-1 juga mengabari anak dan kedua mertuanya sakit sehingga urung
berangkat. Sementara Irma Elly terpaksa
membatalkan keberangkatannya karena ayahnya baru saja menjalani operasi. Ditambah lagi tinggal dia yang serumah dengan
kedua orangtuanya.
Sedih?
Pasti. Lagipula dari sejak lama kami sudah membayangkan hebohnya suasana
ketemuan kami.
Alhamdulillah
cerita duka selama perjalanan menguap begitu saja ketika kami ketemu. Yups,
reuni ini seperti menghadirkan energi baru. Capek, bete, dan grundelan selama
di jalan malah menjadi cerita yang bikin kami tertawa.
Sungguh
reuni ini seperti mau ketemu pujaan hati. Ada rasa H2C a.k.a harap-harap cemas.
Juga tidur yang tak nyenyak di malam-malam jelang reuni. Bukan cuma saya yang
merasa deg-degan. Semua merasakan hal yang sama. Ini bukan sesuatu yang
berlebihan mengingat kami pernah bertahun-tahun tinggal seatap dan makan senampan
bareng-bareng.
Dan
semua rasa nano-nano itu terbayar lunas dalam waktu tiga hari dua malam. Belum puas sebenarnya, karena waktunya kurang
panjang. Tapi setidaknya bisa menjadi penawar rindu kami. Apalagi bisa berpose
bareng-bareng seperti di bawah ini :D.
![]() |
Syazwana's single happy on pose. Saya yang mana hayoo :D |
So,
once again, makasih banyak buat Maria, sang Ibu Negara Jogja –minjem
istilah Nenk Ila :D, Tya, Ida, Lastri, dan Isti yang telah berupaya semaksimal
mungkin mewujudkan impian kita semua. Mulai dari bikin jadwal, mendapatkan
hotel terjangkau di Jogja, hingga mencari spot wisata kece badai untuk kita
semua. Semoga next time tidak kapok kalau direpotin lagi, hihihi.
Salam hangat ^_^
salam ya buat ibu negara >_<
BalasHapusSiap Bu Mentri xixixixi
HapusBenar-benar penuh perjuangan ya, Mbak, untuk bertemu pujaan hati, eh teman maksudnya hehe
BalasHapusHehehe, iya Mbak :D
Hapuslah lah....kok ya numpak motor to mbaaakk...mbok ya naik madiun jaya gitu. jangan2 acara naik motornya jadi satu blog post lagi nih. hihihi
BalasHapusWahahaha, demi apalh apalah Mbak :D. Lebih praktis dan ekonomis, dan ga diburu jadwal hehe
Hapusbehhh perjuangan banget ya mak...
BalasHapusHihihi, iyaps Mbak ^_^
HapusSerunya ya bisa mengadakan reuni.. ketemu dengan teman2 lama seperjuangan saat masa sekolah dulu..
BalasHapusIya Mak Rita ^_^
HapusYa ampun, sampai bela2in menahan batuk yang menggelitik :v
BalasHapusAlhamdulillah terlaksana juga dan bisa hadir, ya :)
Hehehe, demi reuni yg dinanti Mak :D
HapusMbak iku stasiun paron cuma dilewatin, atau ada yg dari sana? Iku stasiun ku hehe
BalasHapusCuma lewat Mbak hehehe. Yg naik sepur teman2 dari Surabaya, Jombang dll. Mbak Ratna rumahe Paron? Deketlah dari Ponorogo hehehe
HapusSeneng ya bisa reunian, apalagi cerita2 nostalgia masa lalu :D
BalasHapuskeluargahamsa(dot)com
Iya Mbak, seneng banget ^_^
HapusHadew..banyak yang mengalami ketidakmulusan (aiish) dalam perjalanan menuju reuni ya, Mak! Tapi perjuangan itu bisa jadi cerita yang gak akan bisa dilupakan. Betul,gak?
BalasHapusHehehe, betul betul betul -ala Upin Ipin :D
HapusHa...madiun-jogja motoran??? Heroik tenan mb.. Btw, syazwana artinya opo tho mb?
BalasHapusHehehehe, udah biasa motoran Mbak :D.
HapusNanti deh tak bikin postingan soal Syazwana hihihi
seneng ya reuninya lancar jaya
BalasHapusAlhamdulillah Mak ^_^
Hapussenangnya bisa reunian sama teman-teman :)
BalasHapussaya dan teman-teman insyaallah akan mengadakan reuni selepasidul fitri nanti :)
Iya Mak.
HapusSemoga reuni nanti juga bsia berjalan sukses ya Mak, aamiin
Masya Allah...udah batuk masih motoran ke Yogya? Makanya ibu gak ngasih ijin kalo sampai batuk ya. Tapi memang pasti dibela-belain deh kalo mau reunian, hehehe
BalasHapusHehehe, demi reuni yg dinanti sekian lama Bund ^_^
HapusWaaa ceritanya banyak jg ya utk reuni. Alhamdulillah terbayar ketika bertemu teman2.
BalasHapusDeg-degan bacanya :)
Iya Mbak. Alhamdulillah ^_^
HapusPerjuangan yang akhirnya membuahkan hasil ya, Mbak. Kebayang menahan batuk malam-malam, hmmm...
BalasHapusAlhamdulillah Pak. Trima kasih sdh mampir ^_^
HapusSeneng yah bisa reunian meski penuh perjuangan
BalasHapus