Tampilkan postingan dengan label GiveAway. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GiveAway. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Maret 2016

Sahabatku Guru Ngeblog-ku


Pertama kali baca GA yang diadakan Mar Irly, otak langsung bunyi cling: harus ikut. Temanya gue banget gitu. Tentang teman ngeblog. Jadi inget orang yang paling berjasa nyemplungin saya ke dunia blogging –ehem.

Umur blog saya masih tergolong balita. Baru setahun. Ya, awal 2015 lalu saya baru bikin blog. Bisa dibilang agak telat ya kenal dunia blog. Tapi saya percaya satu hal. Nggak ada kata terlambat untuk belajar sesuatu yang baru dan memulai sesuatu yang baru pula. Never too old to learn. Bunda Yati aja semangat ngeblog. Saya yang lebih muda juga nggak mau ketinggalan donk hehehe!

Back to the topic. Pertama kali saya bikin blog itu setelah dikompori oleh sahabat saya kala di Aliyah dulu; HM Zwan. Kalau Emak Blogger pasti tahu nama ini. Saya biasa memanggilnya Haem.
 
HM Zwan
Blog-nya HM Zwan

Jaman Aliyah dulu, Haem adalah pemasok ransum gizi buat saya. Ketika jadi pengurus organisasi santri, dia bertugas di Bagian kantin. Bila ada  makanan kantin yang tersisa suka dibagi-bagi ke teman-teman. Salah satu yang menikmati makanan tersebut adalah saya. Meski sekarang berbeda pulau, Alhamdulillah kami masih bisa silaturahmi. Apalagi, suami Haem asli Ponorogo. Jadi, bila mudik ke kota reog kami masih bisa ketemu. 

Kini, ketika saya ngeblog, Haem kembali jadi penolong saya. Bedanya, bukan lagi  ransum makanan. Melainkan ransum ilmu blog hehehe!

Sebenarnya sudah sejak lama saya nanya soal bikin blog, sekitar pertengahan 2014. Saat itu saya lihat di timeline FB, Haem cukup aktif apdet blog. Tapi ya sekedar tanya. Mungkin dia sampai bosan. Ini orang cuma tanya tapi kok nggak ada aksinya hihihi! Setelah berkali-kali tanya, akhirnya eksekusi juga di bulan Januari tahun lalu.

Tapi, bukan berarti saya berhenti bertanya. Begitu blog jadi, Haem tetap saya todong dengan banyak pertanyan hahaha! Piss Haem :v. Dari hal yang remeh-temeh seperti gimana bikin ini, gimana bikin itu, sampai yang bikin pusing pala Barbie :D. Beruntung saya punya sahabat sebaik Haem. Nggak bosen-bosennya si Ibu baru ini meladeni pertanyaan saya soal blog.

Bisa dibilang, Haem ngajari saya bikin blog dari nol. Mulai dari bikin template, ngasih label untuk tiap tulisan, pasang beberapa widget penting, dll dsb. Sungguh, saya sangat gaptek soal printilan blog saat itu. Sampai sekarang pun masih hahaha! Tapi paling tidak, sudah ada peningkatan sedikit demi sedikit. Alhamdulillah.

Bukan hanya itu. Haem selalu berbagi info apa saja tentang blog ke saya. Ya lomba, ya giveaway, ya tips-tips lainnya. Semua-muanya. Termasuk kalau ada artikel yang berisi ilmu blogging.

Haem juga tak segan memberi tips fotografi buat blog sama saya. Soal fotografi, sahabat saya ini memang jago. Buktinya, banyak teman blogger yang nanya trik bikin foto cantik di blog. Dan memang, setiap foto yang dia upload selalu kece badai halilintar :D. Sayangnya sampai saat ini hasil foto saya masih jauh panggang dari api, ihicks. Saya harus belajar lebih keras lagi buat bikin foto sebagus punya Haem.

Satu lagi aksi nyata yang dilakukannya adalah dia bikin header buat blogger nyubie ini. Jadi, header unyu di blog saya ini adalah karya Haem. Baik banget kan dia?

Intinya, Haem bukan sekedar teman berbagi dalam ngeblog. Lebih dari itu, dia adalah guru alias mentor saya. Dia juga yang ngoyak-oyak dan menyemangati saya kalau lagi melempem atau lama nggak apdet blog. She the best, indeed.

So, lewat GA ini, sekali lagi saya ingin bilang terima kasih buat Cik Gu Haem buat racun positifnya *sungkem. Jujur, saya senang sekali nyemplung jadi blogger –meski masih abal-abal karena jarang apdet hihihi! Saya jadi tambah banyak ilmu, banyak teman juga.

Semoga blog Cik Gu makin berkah. Semoga pula ke depan makin bisa mengikuti keeksisanmu di dunia bloging –ihirr eh aamiin.  

 ********************************
Tulisan ini diikutkan dalam Irly & Diah's GA Collaboration: Teman Nge-Blog

Irly Diah's GA Collaboration
post signature 
 

Selasa, 09 Februari 2016

Nekat Lomba Berbuah Murka


Ini adalah cerita kenekatan saya dan beberapa teman ikut lomba yang berujung dapat murka.

Saat itu kami kelas 3 Aliyah. Suatu hari, kami menemukan info lomba mading tingkat SMA/sederajat di koran Jawa Pos. Tahu Jawa Pos kan? Salah satu koran nasional berbasis di Surabaya ini menjadi koran langganan pesantren tempat kami belajar.

Selasa, 19 Januari 2016

Serunya Permainan Masa Kecil


Ngomongin masa kecil memang menyenangkan. Banyak kenangan lucu, konyol, bahkan absurd. Kok bisa ya saya dulu seperti itu :D. Tapi di antara semuanya, yang paling seru menurut saya dan sepertinya jarang saya temui di jaman sekarang adalah permainannya.

Saya yakin, hampir semua orang setuju sama saya. Permainan era ’90-an memang mengesankan. Dan bikin kangen buat main lagi. Nah, dari sekian banyak permainan, ada beberapa yang masih melekat kuat di ingatan saya. Baik permianan yang biasa saya mainkan di sekolah maupun di rumah.

Saat di sekolah dasar dulu, saya suka main gobak sodor dan betengan dengan teman-teman sekelas. Gobak sodor semua pasti sudah tahu ya. Kalau betengan itu permainan tim juga. Ada dua tim yang main. Dan jumlahnya harus seimbang. Laki-laki dan perempuan bisa jadi satu tim tanpa khawatir ada something trouble seperti jaman sekarang.

Kebetulan di belakang sekolah ada pekarangan yang sangat luas milik tetangga sekolah. Kami biasa main di situ. Masing-masing tim memilih satu objek untuk dijadikan daerah pertahanan alias beteng (benteng –Bahasa Indonesia). Biasanya kami memilih pohon besar. Jarak beteng antar tim ada sekitar 10 meter, bisa juga lebih. Cara bermainnya seperti perang gerilya itu. Masing-masing dari kami harus bisa merebut beteng lawan. Bagi tim yang berhasil merebut beteng lawan, dialah pemenangnya. Capek memang main betengan ini. Kami harus atur strategi, lari sana sini. Tapi seru!

Kalau di rumah, saya biasa main orang-orangan atau baju-bajuan. Di sini kami menyebutnya wong-wongan. Berasal dari kata Bahasa Jawa wong, yang artinya orang. Permainan ini memang hits banget saat itu. Sepertinya di semua daerah ada ya, dengan nama yang berbeda-beda. Biasanya, saya main sama teman sepermainan di rumah. Kebetulan, saat itu ada beberapa anak perempuan yang sepantaran saya di sekitar rumah. Dan kami sering main bareng.

Untuk main wong-wongan, kami juga melengkapinya dengan bikin rumah dari tanah. Waktu itu banyak halaman rumah yang masih berupa tanah. Dan itu jadi tempat favorit kami buat main. Tidak seperti sekarang, yang hampir semua disemen atau dipasangi paving stone.

Jangan bayangkan seperti bikin rumah-rumahan dari pasir pantai ya. Ini sekedar rumah sederhana. Jadi, kami bikin dinding rumah dari tanah itu. Nanti hasilnya seperti gambar sketsa rumah yang tampak dari atas. Dan rumahnya tanpa atap alias terbuka hehehe! Kami bikin beberapa ruangan seperti ruang tamu, kamar tidur, dan dapur.

Begitu rumah jadi, baru deh kami mulai main peran-peranan dengan wong-wongan yang kami punya. Masing-masing anak bakal memilih nama sendiri buat perannya. Dan kami main sandiwara, ngobrol kesana kemari sesuai peran kami dengan sok ber-Bahasa Indonesia. Kenapa saya bilang sok ber-Bahasa Indonesia padahal lingkungan kami adalah full Jawa? Tujuannya tidak lain dan tidak bukan biar kami keren gitu hehehe!

Kadang, kalau tidak ada teman, saya juga suka main wong-wongan sendiri di rumah. Saya jadi dalangnya karena tidak ada lawan main. Ngomong sendiri, dijawab sendiri, tertawa sendiri –eh bukan orang gila ya hehehe!

Selain main wong-wongan, saya dan teman-teman juga suka main pasar-pasaran. Jadi, salah satu dari kami bakal jadi penjual. Ceritanya, penjual pecel. Pecelnya terbuat dari daun-daun dan bunga yang diiris kecil-kecil. Sementara bumbu kacangnya terbuat dari tanah liat yang dikasih air. Nanti pecel-pecelan itu dibungkus daun.

Nah, untuk beli pecel, pembeli harus menyediakan uang. Uangnya berasal dari daun juga. Masing-masing ada nominalnya. Yang besar 500 rupiah. Yang kecil 100 rupiah. Saya lupa nama daun yang dipakai buat jadi mata uang itu. Karena sekarang di lingkungan saya sudah jarang atau bahkan sudah tidak ada lagi. Tapi, seingat saya, cuma daun itu yang selalu kami jadikan mata uang. Sementara buat masak-masakan selalu pakai dedaunan lainnya.  
Karakter wong-wongan masa kini

Itu tadi beberapa permainan yang dulu sering saya mainkan. Sepertinya, yang masih bertahan sampai sekarang hanya gobak sodor sama wong-wongan saja. Gobak sodor pun sudah jarang yang main karena lahan makin terbatas. Kalau wong-wongan sekarang sudah ada modifikasi tokohnya yang menyesuaikan kartun kesukaan anak jaman sekarang, seperti Putri Sofia dan Boboboi.

Jadi pengen main gobak sodor lagi. Siapa yang mau main sama saya? :D

****************************************
"Tulisan ini diikutkan dalam Giveaway Permainan Masa Kecil yang diselenggarakan oleh  


post signature

Jumat, 25 Desember 2015

Ibu


Edited by canva.com

Sebagai anak yang introvert, saya kurang begitu dekat dengan ibu saya. Dekat di sini dalam arti suka curhat atau bermanja-manja cantik dengan beliau. Jadi, kalau ngobrol ya ngobrol biasa saja tanpa pernah saya ceritakan isi hati atau permasalahan-permasalahan saya.

Kamis, 15 Oktober 2015

The Freedom Writers: Inspirasi untuk Para Pendidik


Dari sekian banyak film yang saya simpan di laptop, ada salah satu judul yang tiga tahun terakhir masih setia nongkrong di folder movies: The Freedom Writers. Dibintangi oleh Hilary Swank, ini adalah sebuah film inspiratif yang bercerita tentang perjuangan seorang guru dalam mengajar dan mendidik anak-anak ‘spesial’ yang akhirnya benar-benar menjadi orang spesial.
 
Hilary Swank; pemeran Erin Gruwell
Adalah seorang Erin Gruwell, perempuan cantik berpendidikan tinggi yang melamar bekerja sebagai guru Bahasa Inggris di salah satu sekolah di sebuah kawasan bernama Long Beach, di Amerika Serikat.  Dia ditempatkan di kelas 203. Sebuah kelas yang paling tidak diminati oleh semua guru karena dianggap kelas paling bermasalah di sekolah.

Jumat, 26 Juni 2015

Bintang Untuk Ubii


Teruntuk Ubii Hebat

Apa kabar, Ubii sayang?
Semoga sehat selalu ya.

Sebelumnya, Tante mau ngucapin selamat dulu ya untuk operasinya Ubii yang sudah berjalan lancar.

Oh iya, selamat ulang tahun juga buat Ubii. Sekarang Ubii sudah 3 tahun ya. Semoga Ubii sehat terus, selalu jadi anak hebat kebanggaan Mami Papi dan adek Utun nanti, aamiin ^_^.

Ubii hebat,
Tante nggambar bintang ini sebagai kado buat ultah Ubii. 
Kado bintang buat Ubii

Meskipun Tante baru beberapa bulan kenal Ubii, tapi Tante mendapat banyak pelajaran dari perjalanan Ubii. Ubii dan Mami Grace mengajarkan tentang keikhlasan dan keyakinan.

Keikhlasan menjalani apa yang diberikan Tuhan dengan sebaik-baik kemampuan. Dan keyakinan bahwa apapun yang kita terima, pasti ada maksud dan tujuan. 

Intinya, kecil-kecil, Ubii sudah berhasil menjadi inspirasi bagi banyak orang, termasuk Tante.

Nah, dengan gambar bintang ini, Tante berharap sinar inspirasi Ubii terus berpendar sampai Ubii dewasa nanti. Bahkan sampai kapanpun. Memberi inspirasi bukan hanya buat teman-teman Mami atau teman-teman Ubii, tapi semua orang yang ada di bumi. Terus semangat ya Ubii cantik ^_^.

Ini saja kado sederhana dari Tante. Semoga Ubii suka yaa ^_^.

Peluk erat kecup sayang untuk Ubii :*

post signature