Tampilkan postingan dengan label Lebaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lebaran. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Juni 2016

Bergaya ala Hijabenka di Hari Raya

Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons & InvolveAsia X HB & BB. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher berrybenka dan voucher hijabenka disponsori oleh Berrybenka & Hijabenka.


******************************

Assalamu’alaikum, Sahabat.
Gimana kabar puasanya?

Nggak terasa, puasa Ramadhan sudah sampai di 10 hari terakhir. Artinya, kita makin dekat dengan Hari Kemenangan. Mudah-mudahan kita termasuk golongan orang yang diberi kemenangan lahir batin ya, Sahabat. Aamiin.

Ngomong-ngomong soal Hari Kemenangan a.k.a. hari Lebaran, di mana-mana hawanya sudah terasa. Nggak di dunia nyata nggak di dunia maya, semua mulai bersiap-siap menyambutnya. Toko, pasar, dan semua pusat perbelanjaan dipenuhi orang-orang yang sibuk belanja keperluan Lebaran. Ada yang beli sembako, bahan kue, kue-kue kering siap saji, dan tentu saja baju Lebaran.

Rabu, 01 Juli 2015

Belanja dan Belajar Hijab Cantik di Griya Fatima Ponorogo


Assalamualaikum, Sahabat.
Puasa masih lancar ya?

Alhamdulillah, tak terasa sudah dua minggu Ramadhan berjalan. Sebentar lagi sudah mendekati hari kemenangan. Aroma lebaran sudah terasa di mana-mana: pusat perbelanjaan, pasar, toko kue, dan tentu saja toko baju. Semua sudah ramai oleh para pembeli.

Ngomong-ngomong soal toko baju, di Ponorogo lagi menjamur: butik, gerai muslim, toko, hingga pedagang bermobil di pinggir jalan. Semua sama, menjual perlengkapan busana lebaran.

Salah satu yang sudah saya kunjungi adalah Griya Fatima. Sebuah gerai khusus muslimah yang ada di Jalan Soekarno Hatta Ponorogo. Kalau tidak salah, dulu bekas toko Populer.

Sebagian koleksi Griya Fatima

Griya Fatima ini belum lama buka. Mungkin sekitar 2 atau 3 bulanan. Tapi lumayan ramai. Pertama kali kesini, saya diajak teman buat nyari jilbab. Kesan pertama, saya langsung suka gerai ini. Mbak-mbaknya ramah. Barangnya juga bagus dan up to date. Yang tidak kalah penting, harganya terjangkau :D.  

Koleksi pakaiannya lumayan lengkap. Ada aneka jilbab dan pashmina, daleman jilbab, gamis, maxi, blazer, blouse, rok, celana, dll. Pokoknya perlengkapan muslimah semua tersedia. Termasuk juga mukena.

Dari sebelum puasa hingga sudah masuk Ramadhan ini, saya dan teman saya sudah beberapa kali kesini. Bukan hanya barang dan keramahan mbak-nya saja yang bikin kami sering kesini. Tapi juga servis kasirnya.

Jadi, kalau belanja di Griya Fatima ini, barang yang sudah kita beli bisa ditukar lagi bila ternyata sampai rumah ada yang tidak cocok. Maksimal 24 jam dari pembelian alias esok harinya. Itu yang dibilang mbak kasir ke setiap konsumen yang melakukan pembayaran. Tentu dengan full smile mbak-nya bilang begitu. Asyik kan?

Satu lagi. Saat menyerahkan barang yang kita beli, mbak kasirnya selalu bilang: semoga berkah setelah mengucapkan terima kasih. Tetap sambil pasang senyum mautnya :D.

Saya suka toko yang memberi pelayanan seperti ini. Apalagi ada embel-embel doa ‘semoga berkah’-nya tadi. Dari dulu, segala sesuatu yang didoakan berkah selalu saya suka. Buat saya, itu lebih dari cukup. Karena berkah selalu membawa kebaikan, kecukupan, dan kebahagian. Begitu kata Ustadz ^_^.

Oh ya, satu lagi layanan yang ada di Griya Fatima. Belajar hijab gratis setiap hari Jum’at dan Sabtu jam 10 pagi. Sabtu lalu saya sempat ikut bareng teman saya.

Bertiga dengan pendaftar lain, kami belajar style hijab dari mbak SPG Griya Fatima. Ada sembilan model hijab segi empat dan pashmina yang kami pelajari. Berhubung kami heboh mengikuti instruksi mbak-nya, kami lupa foto-foto selfie hasil kreasi hijabnya.

Untung, mbak SPG-nya yang jadi model sempat kita foto :D.
Mbak SPG jadi model hijab

Jadi, teman-teman yang mau tampil gaya plus syar’i di hari lebaran, bisa datang ke Griya Fatima ya.  Selamat berbelanja ^_^


Griya Fatima Ponorogo
Jalan Soekarno Hatta (depan Masjid Muhammadiyah/Masjid Dhuwur)
Ponorogo

post signature

Minggu, 21 Juni 2015

Lebaran dan Arisan Sembako


Di kampung saya ada tradisi yang sudah lama berlangsung: arisan sembako untuk persiapan lebaran. Arisan ini diadakan bersamaan dengan yasinan plus arisan ibu-ibu. Jadi, awalnya kegiatan rutin yasinan mingguan ibu-ibu, selain diisi dengan membaca yasin dan tahlil, juga diadakan arisan. Hitung-hitung buat nabung.

Seiring berjalannya waktu, di luar arisan yang sudah ada, ibu-ibu berinisiatif bikin arisan sembako. Tujuannya untuk meringankan beban ibu-ibu untuk persiapan lebaran. Tahu sendiri persiapan lebaran butuh dana ekstra. Apalagi harga sembako selalu naik saat puasa dan lebaran. Jadi, daripada pusing menjelang lebaran, lebih baik persiapannya dari jauh-jauh hari supaya tidak terasa berat. Di samping untuk persiapan di rumah, juga untuk membawa bingkisan bagi sanak saudara. 

Kenapa sembako? Di daerah saya, bingkisan lebaran tidak melulu roti dan kue. Tapi juga sembako. Tujuannya supaya lebih bermanfaat bagi keluarga yang menerima. Pemakaiannya bisa jangka panjang, tidak harus habis di saat lebaran. Sembakonya berupa gula pasir dan minyak goreng kemasan.

Sembako

Dalam arisan sembako ini, ibu-ibu bebas ikut berapapun. Minimal seribu rupiah untuk satu poin. Ada yang ikut lima ribu hingga puluhan ribu. Arisan sembako ini biasa dimulai setelah lebaran selesai dan berakhir menjelang ramadhan tahun berikutnya. Tidak seperti arisan pada umumnya yang dikocok tiap jadwal arisan, pada arisan sembako ini, setiap minggunya anggota hanya menyetor sejumlah uang sesuai yang diikuti dan akan panen bersama-sama saat menjelang ramadhan. Ada yang ikut arisan gula saja, minyak saja, ada juga yang dua duanya.

Ramadhan tahun ini, arisan sembako di lingkungan saya baru selesai dibagikan. Kebetulan ibu saya yang jadi pengurus sekaligus tukang belanjanya. Ada lebih dari satu setengah ton gula pasir dan puluhan karton minyak goreng yang dibagikan ke tidak kurang dari 34 anggota. Jumlah sembako yang didapat tiap anggota berbeda tergantung banyak sedikitnya arisan yang diikuti. Ada yang hanya dapat belasan kilogram gula, ada pula yang dapat satu kuintal. Ada yang menerima beberapa liter minyak, ada juga yang membawa pulang dua karton minyak. Sayangnya, sebelum difoto, barangnya sudah habis dibagi :(. Jadi, hanya sisa yang belum diambil saja yang bisa diabadikan.

Nah, dengan adanya arisan sembako ini setidaknya sudah ada cicilan untuk menyambut lebaran plus bisa dipakai untuk ramadhan. Satu urusan selesai. Jadi ibu-ibu tinggal memikirkan barang tambahan sebagai teman sembako tadi.

Ada pula di kampung lain di daerah saya yang arisan daging. Setiap orang setor uang untuk dibelikan sapi yang disembelih sehari menjelang lebaran. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan untuk persiapan hidangan lebaran. Maklum, harga daging saat puasa dan lebaran bisa melonjak naik begitu drastis. Kalau sudah ikut arisan daging, menu lebaran bisa dibilang sudah aman.

Ini cerita arisan sembako di kampung saya. Di kampung teman-teman ada juga yang seperti ini?

post signature